Sekeping logam bersama Dompet Dhuafa

๐Ÿ’› Logam untuk Adel

Kalian dan kita semua seharusnya sudah tahu kan, bahwa dengan menolong orang lain, akan meringankan rasa sakit kita sendiri, mengurangi stres, dan memberi rasa bahagia. Dengan membantu orang yang membantu orang lain dapat lebih terlindungi dari dampak negatif stress.
Dengan memberikan bantuan secara sukarela akan meningkatkan produksi hormon endorfin, hal itu baik untuk kesehatan jiwa kita.

Yas, menurut saya sedekah juga tidak harus berupa uang, dengan menolong sesama yang membutuhkan itu juga sedekah, memperlancarkan urusannya dengan tanda kutip urusan yang baik ya.
Menjadi baik itu tugas masing-masing bukan tugas seseorang yang lainnya. Saya tidak pernah menyesal dengan membantu anak-anak didesa saya belajar bahasa, ipa, agama, matematika bahkan yang merumitkan otak saya. Saya tidak pernah menyesal dengan menolong orang yang ingin minta bantuan untuk buat kartu jaminan kesehatan, saya bahagia dengan ramah dan sopan menyapa ibu-ibu dijalanan, bapak-bapak yang sedang menarik becak untuk sekolah anaknya di hari kemudian.
Anak-anak kecil yang berteriak memanggil nama saya dari kejauhan " Mb Ekaaaaa ..., nanti sore Shela les ya", saya lalu mengangguk manis kepadanya.

Bukan itu yang akan saya bagi ke kalian semua, tetapi bagaimana hati kita menjadi sejuk karena ikhlas dengan itu semua, termasuk berinfaq ke sesama.
Saya gemar menabung uang logam di celengan, entah 100, 200. 500, bahkan 1000 rupiah. Suatu ketika saya melihat ada sebuah pemandangan disebuah lampu merah kota yang didalamnya berisi 3 anak kecil mungil yang salah satunya menjajakan tisu kepada saya dijalanan.

Sontak, saya terenyuh.
"Ade kelas berapa?" Tiga mbak, ucapnya.
"Ngapain jualan tisu dijalanan?" bantu ibu biayayin kita sekolah.
"Cita-citanya apa?" Bisa celengin uang logam sampe banyak mb dirumah, dengan senyum manis dan baret debu diwajahnya.
"Besok jualan tisu lagi ngga?, mb mau beli lagi" Iya mb, tuturnya.
Lampu hijau tiba dan saya melambaikan salam manis kepadanya

Disepanjang jalan saya terus memikirkan celengan saya yang penuh dirumah. Keesokan harinya saya pergi kuliah, dan pulangnya melewati lampu merah itu lagi. Dan mendapatkan pemandangan yang saya cari. Kemudian saya menepikan motor dimana posisi dia dipinggiran jalan. 
"De, mb mau beli tisu lagi 3 ya" Iya mb ucapnya.
"Namanya siapa?" Adel mb, sambil mengibaskan rambut yang menutupi matanya.
"Ini uangnya, Adel yang kuat ya, ini berat" dia kaget.
Lalu saya kembali ke motor dan melaju pergi, sembari menatap wajah haru bahagianya dari spion kanan saya.

Detik itu, rasanya saya hidup didunia ini sedikit berguna untuk orang lain. Saya sedih, bagaimana saya mengetahui susahnya orangtua yang menyekolah anak-anaknya dengan kekurangan sampai harus berjualan tisu dijalanan, membahayakan. Menemukan banyak  orang-orang yang tidak lebih beruntung dari kondisi saya sekarang.

Saya percaya dengan hukum sebab akibat. Apa yang kita tanam, itulah yang kita tuai. Namun saya tak pernah berpikir bahwa keajaiban akan datang pada saya.
Dalam hidup, uang itu penting. Saya akui itu. Lebih penting lagi, untuk tahu bagaimana menggunakannya. Jangan blank saat berhadapan dengan apa yang kita miliki. Manfaatkan sebaik mungkin.
Dan saya percaya hidup ini harus dinikmati, tapi juga menjadi waktu mencari bekal untuk akhirat nanti. Saya tidak takut miskin. Tentu saja, karena saya sadar dengan uang manusia tak akan pernah cukup untuk memenuhi keinginan yang tak terbatas. Namun berbagi dengan sedekah dan hati yang ikhlas tak akan membuat saya miskin. Tabungan saya untuk adel jadi tabungan saya untuk Allah nanti. Adel yang lucu, adel perantaraku.

๐Ÿ’› Jangan Takut Berbagi

Disini, dompet dhuafa membantu anda untuk berbagi menjadi lebih mudah, bermanfaat, dan bermakna.Saat berbagi, kita tentu ingin menjadi lebih bermanfaat dan memberikan dampak baik bagi penerima manfaat ataupun bagi masyarakat secara luas. Berbagi bersama Dompet Dhuafa, anda akan terlibat dalam mengentas kemiskinan dan upaya membangun bangsa Indonesia untuk lebih maju.


Berbagi juga akan menjadi lebih bahagia, karena anda akan melihat banyak senyum para penerima manfaat yang menjadi lebih mandiri dan berdaya karena bantuan yang telah anda berikan. Dengan laporan rutin dan update informasi yang transparan, anda akan melihat bahwa apa yang telah anda bagikan bukan hanya sekedar menuntaskan kewajiban, tapi memberikan makna tersendiri bagi mereka yang membutuhkan.

๐Ÿ’› Profil

Dompet Dhuafa adalah Lembaga Filantropi Islam bersumber dari dana Zakat, Infak, Sedekah dan Wakaf (ZISWAF) dan dana halal lainnya yang berkhidmat dalam pemberdayaan kaum dhuafa dengan pendekatan budaya melalui kegiatan filantropis (humanitarian) dan wirausaha sosial profetik (prophetic socio-technopreneurship)
Dompet Dhuafa akan terus mewujudkan masyarakat berdaya yang bertumpu pada sumber daya lokal melalui sistem yang berkeadilan dalam bidang,
Dengan VISI terwujudnya masyarakat dunia yang berdaya melalui pelayanan, pembelaan, dan pemberdayaan yang berbasis pada sistem yang berkeadilan. MISI membangun gerakan pemberdayaan dunia untuk mendorong transformasi tatanan sosial masyarakat berbasis nilai keadilan. Mewujudkan pelayanan pembelaan dan pemberdayaan yang berkesinambungan serta berdampak pada kemandirian masyarakat yang berkelanjutan. Mewujudkan keberlanjutan organisasi melalui tata kelola yang baik (Good Governance), profesional, adaftif, kredibel, akuntabel, dan inovatif.

Berbagi menjadi lebih mudah, karena Dompet Dhuafa memberikan banyak pilihan layanan untuk menyalurkan donasi melalui :
1.Kanal donasi online donasi.dompetdhuafa.org
2.Transfer bank
3.Counter
4.Care visit (meninjau langsung lokasi program)
5.Tanya jawab zakat
6.Edukasi zakat
7.Laporan donasi

๐Ÿ’› Yuk Berdonasi

Di dalam hidup ini, kita tak perlu berupaya untuk menjadi seseorang yang disegani, apalagi ditakuti. Tetapi jadilah seseorang yang berguna bagi siapa pun di sekeliling diri kita. Kita wujudkan jiwa kepemimpinan dalam diri kita, agar diri kita bisa menjadi seseorang yang menginspirasi orang lain.
Mengapa Harus Menjadi Pribadi Yang Bermanfaat?
“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.” (Hadits Riwayat ath-Thabrani, Al-Mu’jam al-Ausath, juz VII, hal. 58, dari Jabir bin Abdullah r.a.. Dishahihkan Muhammad Nashiruddin al-Albani dalam kitab: As-Silsilah Ash-Shahรฎhah)
Kan sebuah ironi, jika banyak orang kaya yang lebih senang naik haji berulang kali daripada membantu kaum dhuafa’ yang membutuhkan uluran tangan. Banyak juga orang kaya yang berlomba-lomba membangun masjid mewah, sedangkan di sekelilingnya masih banyak kaum fakir-miskin yang membutuhkan bantuan. Padahal, Allah tidak butuh disembah dengan indahnya masjid ataupun ibadah haji yang berulang-ulang. 

Mengapa kita tidak pernah berfikir untuk beramal saleh dengan cara ‘memberi manfaat’ pada semua orang yang berinteraksi dengan diri kita, atau (bahkan) beramal saleh dengan cara berbuat baik kepada sesama makhluk Allah, yang lebih kita prioritaskan dalam situasi dan kondisi tertentu daripada sekadar membangun kesalehan spiritual yang tak banyak berguna bagi orang lain? 



Kita tak perlu mengatakan bahwa urusan akhirat itu lebih penting daripada urusan dunia, atau sebaliknya. Karena keduanya Ballance. Seimbang. Tarik menarik. Tapi saya selalu ingat, bahwa jika saya berbuat baik, maka kebaikan pula yang akan memeluk saya suatu hari nanti.
Yuk, bantu adel-adel yang lainnya melalui Berdonasi ke Dompet Dhuafa,
Kunjungin Sosial Medianya :
Twitter      : dompet_dhuafa
Instagram : @dompet_dhuafa
Facebook  : Dompet Dhuafa



Tidak ada suatu hari pun ketika seorang hamba melewati paginya kecuali akan turun (datang) dua malaikat kepadanya lalu salah satunya berkata; “Ya Allah berikanlah pengganti bagi siapa yang menafkahkan hartanya”, sedangkan yang satunya lagi berkata; “Ya Allah berikanlah kehancuran (kebinasaan) kepada orang yang menahan hartanya (bakhil).” (HR. Bukhari no. 1442 dan Muslim no. 1010)

Sumber https://rumaysho.com/1020-jangan-lupa-untuk-saling-berbagi.html
Tidak ada suatu hari pun ketika seorang hamba melewati paginya kecuali akan turun (datang) dua malaikat kepadanya lalu salah satunya berkata; “Ya Allah berikanlah pengganti bagi siapa yang menafkahkan hartanya”, sedangkan yang satunya lagi berkata; “Ya Allah berikanlah kehancuran (kebinasaan) kepada orang yang menahan hartanya (bakhil).” (HR. Bukhari no. 1442 dan Muslim no. 1010)

Sumber https://rumaysho.com/1020-jangan-lupa-untuk-saling-berbagi.html

48 komentar:

  1. ceritanya sangat memotivasi kita supaya sadar akan membagi rezeki kepada orang yang membutuhkan. semangat penulis, dan berkaryalah agar hasilnya bisa dimanfaatkan orang banyak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yasss, terimakasih temannn ๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š

      Hapus
  2. Haru, pengen deh ketemu adel :(

    BalasHapus
  3. Jadi tertarik donasi ke dompet dhuafa untuk bantu adel-adel yang lain
    makasih pengalamannya kaaak

    BalasHapus
  4. Semoga dompet du'afa solusi untuk membantu sesama

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dompet dhuafa platform infaq terbaik๐Ÿ’›

      Hapus
  5. MasyaaAllah sangat menginspirasi, teruntuk penulis teruslah semangattt mengajak orang lain untuk terus berbuat baik. Semoga ganjaran pahala menjadi balasan dari tulisan ini ๐Ÿ˜

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin ya Allah. Terimkasih de ๐Ÿ’›๐Ÿ’›

      Hapus
  6. Jika saya berbuat baik, maka kebaikan pula yang akan memeluk saya suatu hari ๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜

    BalasHapus
  7. Pinter ya!!! Terkadang sebuah tulisan itu seperti kekuatan untuk mengajak orang lain melakukan kebaikan ๐Ÿ‘

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hhe
      Yok don, donasi ke dompet dhuafa ๐Ÿ’ƒ

      Hapus
  8. Sangat menginspirasi,semoga semua yang baca artikel ini jadi paham bahwa sedikit kebaikan itu berdampak sangat besar untuk seseorang diluar sana. Lanjutkan kaaa. ๐Ÿ’ƒ

    BalasHapus
  9. Jangan takut berbagi, walaupun sedikit akan menjadikan gebrakan besar untuk seseorang. Jangan berhenti menulis, jangan berhenti berbuat kebaikan. Dompet dhuafa mnjd platform terbaik

    BalasHapus
  10. Menginspirasi, lanjutkan kak ๐Ÿ‘

    BalasHapus
  11. Ur a good person kaaaaaa��
    Jadi termotivasi. Sedekah ga harus nunggu kita banyak uang.
    Dompet dhuafa juga media buat sedekah yang terpercayaaaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe
      Tugas kita di bumi ini cuma ibadah, jadi sudah seharusnya bermanfaat buat orang lain.
      Makasih cindiii

      Hapus
  12. Sngat menginspirasi, dan sangat memotivasi. Untuk penulis, smngt dan trsla brkarya

    BalasHapus
  13. Sangat menginspirasi mbakk๐Ÿ˜Š

    BalasHapus
  14. Daebak๐Ÿ˜ Adem sekali mbak bacanya, semoga terus menginspirasi untuk selalu berbagi yaaa๐Ÿ’ž๐Ÿ’ž

    BalasHapus
  15. Banyak pelajaran yang bisa diambil, teruslah berkarya mbak.

    BalasHapus
  16. Dompet dhuafa solusi kita semua. Buat penulis, lanjut jadi inspirasi yg lain ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaps, dompet dhuafa dlu transfer kemudian. Makasih yaa

      Hapus
  17. Dari dulu, emang kakak terbaik.
    Terus berkarya kak jan lelah.
    Sekali mendayung 10 pulai terlampaui.

    BalasHapus
  18. Bagus sekali. Sukses trs untuk berkarya cantik

    BalasHapus
  19. Sangat menginspirasi kak... Lanjutkan terus yaa kak ๐Ÿค—๐Ÿค—๐Ÿค—

    BalasHapus
  20. Bagus banget, sangat menginspirasi mbak....
    Terus berkaberkarya yaaa

    BalasHapus
  21. U r my friend the best ever i have. I hope u r be winner on this competition. Aamiin.

    BalasHapus
  22. Mantul eka's born to be champions... Now she is hunter the prices in all competition.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sa ae lu. Donasi aja dulu ke dompet dhuafa https://donasi.dompetdhuafa.org/

      Hapus
  23. Bacaan yg sangat bermanfaat dan sangat menginspirasi bnyk orng trutama aq sendiri.. Lanjutkan mbak๐Ÿ˜๐Ÿ˜™...

    BalasHapus

Tinggalkan jejak biar aku tahu kamu kesini ..