Awal mei yang melukaiku


Kamu tak sempurna, tapi mengapa meluapkan marah padamu begitu sulit? 
Mengapa mengabaikanmu kamu begitu merusakkan ruang bahagiaku? 
Aku ingin benci dengan mudah, karena mungkin itu menolongku merelakan.
Tapi kamu lagi-lagi hanya terus membuahkan rindu. Temu, ragu, dan mirisnya malam ku. 
Rindu tak berat namun kamu yang membuatnya menyiksa. 
Kurang waktu, sampai aku mampu, sampai ku berhenti mencoba menjadi sayu.
Ketiadaanmu sulit didefinisikan dengan kata, karena sepinya begitu sunyi, membuatku juga ingin berlalu lagu.



Sadarlah,
Aku tak ingin berdebat denganmu berpuluh-puluh ribu detik.
Berontakku, melukaiku.
Siapa peduli kesakitanku.
Dee menyapa
Semua perjalanan hidup adalah sinema.
Bahkan lebih mengerikan.
Darah adalah darah, dan tangis adalah tangis.
Tak ada pemeran pengganti yang akan menanggung sakitmu.

-Plg, awal ramadhan


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tinggalkan jejak biar aku tahu kamu kesini ..